Dukung RAPBN 2027, NasDem Dorong Pertumbuhan 6 Persen Berdampak ke Lapangan Kerja dan Produktivitas

Dukung RAPBN 2027, NasDem Dorong Pertumbuhan 6 Persen Berdampak ke Lapangan Kerja dan Produktivitas
Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Dr. H. Charles Meikyansah, S.Sos., M.I.Kom., membacakan pandangan umum RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

JAKARTA - Fraksi Partai NasDem DPR RI mendukung Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan untuk dibahas ke tahap selanjutnya.

Dukungan tersebut sekaligus disertai dorongan agar target pertumbuhan ekonomi 6 persen yang ditetapkan pemerintah tidak berhenti sebagai capaian angka makro. NasDem ingin pertumbuhan ekonomi pada 2027 diterjemahkan menjadi lebih banyak lapangan kerja, meningkatnya produktivitas, efisiensi investasi, serta semakin meratanya nilai tambah ekonomi.

Pandangan itu disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Dr. H. Charles Meikyansah, S.Sos., M.I.Kom., dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Charles menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen dalam RAPBN 2027 merupakan sasaran yang optimistis, tetapi tetap realistis untuk diupayakan. Karena itu, menurut dia, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi harus kita dorong agar tidak hanya terlihat dalam angka, tetapi juga hadir dalam bentuk lapangan kerja, peningkatan produktivitas, efisiensi ekonomi, dan pemerataan nilai tambah,” kata Charles.

Untuk mendukung sasaran tersebut, NasDem menyampaikan lima prakondisi yang dinilai dapat memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2027.

Pertama, peningkatan efisiensi investasi. Pemerintah didorong membenahi persoalan logistik dan memangkas inefisiensi birokrasi sehingga Incremental Capital Output Ratio (ICOR) dapat ditekan pada kisaran 5,3-5,5.

Menurut NasDem, efisiensi investasi akan membuat modal yang masuk ke Indonesia menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar. Biaya logistik dan rantai distribusi yang semakin efisien juga diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha sekaligus menjaga harga barang tetap terjangkau.

Kedua, percepatan investasi pada sektor yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. NasDem mendorong penguatan sektor manufaktur, agroindustri, dan tekstil dengan target pertumbuhan 9-13 persen.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pertumbuhan investasi berjalan beriringan dengan perluasan kesempatan kerja. Dengan demikian, manfaat ekspansi ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor-sektor padat modal.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti penciptaan lapangan kerja formal yang terukur. NasDem mendorong agar setiap kenaikan 1 persen pertumbuhan ekonomi memiliki korelasi yang jelas dengan penyerapan tenaga kerja, dengan target tambahan 3-3,3 juta lapangan kerja baru setiap tahun.

Keempat, peningkatan produktivitas melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Perhatian diarahkan terutama pada sektor pertanian dan manufaktur, dengan target pertumbuhan produktivitas masing-masing 1,8-2,2 persen dan 1,5-2 persen.

Peningkatan produktivitas dinilai menjadi salah satu kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung lebih berkelanjutan. Teknologi dan inovasi diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Kelima, memastikan hilirisasi berlangsung semakin inklusif. NasDem mendorong agar penciptaan nilai tambah tidak hanya berkembang di sektor pertambangan, tetapi juga diperluas ke sektor pertanian.

“Penciptaan nilai tambah tidak boleh terbatas pada sektor pertambangan, melainkan harus meluas ke hilirisasi pertanian,” ujar Charles.

Dengan lima fokus tersebut, NasDem menilai pembahasan RAPBN 2027 dapat diarahkan tidak hanya untuk mengejar target pertumbuhan, tetapi juga membangun ukuran keberhasilan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi 6 persen, menurut NasDem, pada akhirnya perlu tercermin dalam semakin banyaknya kesempatan kerja, meningkatnya produktivitas, biaya ekonomi yang lebih efisien, serta semakin luasnya masyarakat dan pelaku usaha yang menikmati nilai tambah pembangunan.

Dukungan terhadap RAPBN 2027 pun diharapkan menjadi momentum untuk memastikan kebijakan anggaran tidak sekadar mendorong ekonomi tumbuh, tetapi juga membuat hasil pertumbuhan tersebut semakin terasa dalam kehidupan masyarakat. (*)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index